bakteri menguntungkan dan merugikan
BAKTERI
Bakteri Yang Merugikan
1.
Xanthomonas campestris pv. Oryzae dye
a.
Ciri-ciri
Ø Bakteri
Xanthomonas campestris pv. Oryzae dye. berbentuk batang pendek m ,
di
ujungnya mempunyai satu flagela polar m berukuran (1-2) x (0,8-1) m dan
berfungsi sebagai alat bergerak.
Ø Bakteri
ini berukuran 6-8
Ø bersifat
aerob, gram negatif dan tidak membentuk spora.
Ø Di atas
media PDA bakteri ini membentuk koloni bulat cembung yang berwarna kuning
keputihan sampai kuning kecoklatan dan mempunyai permukaan yang licin
b. Kerugian
Bakteri
Xanthomonas campestris penyebab penyakit hawar daun bakteri khususnya pada
tanaman padi
2.
Pseudomonas solanacearum
a. Ciri-ciri
Ø Pseudomonas
solanacearum merupakan bakteri hidrokarbonoklastik yang
mampu mendegradasi berbagai jenis hidrokarbo
Ø Terangkut oleh air , melalui tanah dan alat-alat pertanian yang
digunakan serta bibit yang di gunakan bila mengandung penyakit dapat juga
menular kannya.
Ø Menginfeksi bagian-bagian tanaman yang utuh yang berada dalam tanah dan
proses infeksinya akan lebih cepat terutama pada bagian-bagian tanaman yang
terluka
Ø Bakteri Pseudomonas solanacearum merupakan penghuni tanah tetap
(Soil inhabitat) atau lingkungan air tawar dan air laut.
Ø Menginfeksi bagian tanaman yang utuh terlebih
pada bagian yang luka akibat serangan nematode.
b. Kerugian
Bakteri
Pseudomonas solanacearum menyebabkan penyakit layu bakteri pada tanaman tomat.
3.
Pseudomonas cattleyae
a.
Ciri-ciri
Ø Termasuk
dalam bakteri Gram-negatif
Ø Batang pendek bergerak dan stasioner dari 1 sampai 3 mikron panjang dan
ekstrem bulat. Bakteri aerobik, tidak membentuk spora dan menghasilkan asam
tetapi bukan gas dalam glukosa, levulosa, sukrosa, manitol dan dulcitol.
Ø Pertumbuhan in vitro diperoleh pada 10-45 oC.
b. Kerugian
Bakteri ini menyebabkan bercak cokelat pada tanaman
anggrek.
4.
Agrobacterium
tumifaciens
a.
Ciri-ciri
Ø Termasuk
dalam Spesies Agrobacterium tergolong bakteri
gram-negatif yang merupakan bakteri aerob dan mampu hidup baik sebagai saprofit
maupun parasit.
Ø Berbentuk batang, berukuran 0.6-1.0 µm sampai 1.5-3.0 µm, dalam bentuk
tunggal atau berpasangan.
Ø Bakteri yang mudah bergerak (motile) dan memiliki 1-6 flagela
peritrichous serta merupakan bakteri tak berspora. Suhu optimal pertumbuhan
bakteri ini adalah 25-28◦C.
Ø Kumpulan bakteri ini biasanya berbentuk cembung, bulat, lembut, dan tak
berpigmen.
Ø mengandung sebuah plasmid besar yang disebut Ti-plasmid, yang bertanggung jawab pada proses onkogenesitas A. Tumefaciens.
Ø Ti-plasmid hidup secara stabil dalam tubuh bakteri meskipun ukurannya
besar (200-900 kb).
b. Kerugian
Menyebabkan penyakit tumor Crown Gall pada tanaman dikotil.
5.
Pseudomonas pseudozoogloeae
a.
Ciri-ciri
Ø Bakteri
berbentuk batang, berukuran 0,7-1,0 x 0,9-2,5 µm
Ø membentuk
rantai, bergerak dengan 1 atau 2 flagel yang terdapat di ujung.
Ø Bakteri
ini bertahan pada sisa tanaman sakit.
b. Kerugian
Bakteri
Pseudomonas pseudozoogloeae menyebabkan penyakit karat hitam pada tanaman
tembakau.
Bacillus anthracis adalah bakterium Gram-positif berbentuk
tangkai yang berukuran sekitar 1x6 mikrometer dan merupakan penyebab
penyakit antraks.
B. anthracis adalah bakterium pertama yang ditunjukkan dapat menyebabkan
penyakit. Hal ini diperlihatkan oleh Robert Koch pada
tahun 1877.
Nama anthracis berasal dari bahasa Yunani anthrax (ἄνθραξ),
yang berarti batu bara, merujuk kepada penghitaman kulit pada
korban. Bakteria ini umumnya terdapat di tanah dalam bentuk spora,
dan dapat hidup selama beberapa dekade dalam bentuk ini. Jika memasuki
sejenis herbivora, bakteria ini akan mulai berkembang
biak dalam hewan tersebut dan akhirnya membunuhnya, dan lalu terus berkembang
biak di bangkai hewan tersebut. Saat gizi-gizi hewan tersebut telah habis
diserap, mereka berubah bentuk kembali ke bentuk spora.
Bacillus anthracis mempunyai gen dan ciri-ciri yang
menyerupai Bacillus cereus,
sejenis bakterium yang biasa ditemukan dalam tanah di seluruh dunia, dan juga
menyerupai Bacillus thuringiensis, pantogen
kepada larva Lepidoptera.
7.
Leptospira sp
Leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri
Leptospira sp. yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya
(zoonosis). Leptospirosis dikenal juga dengan nama Penyakit Weil, Demam
Icterohemorrhage, Penyakit Swineherd's, Demam pesawah (Ricefield fever), Demam
Pemotong tebu (Cane-cutter fever), Demam Lumpur, Jaundis berdarah, Penyakit
Stuttgart, Demam Canicola, penyakit kuning non-virus, penyakit air merah pada
anak sapi, dan tifus anjing.
8.
Vibrio cholerae
Vibrio cholerae merupakan bakteri gram negatif,
berbentuk basil (batang) dan bersifat motil (dapat bergerak), memiliki struktur
antogenik dari antigen flagelar
H dan antigen somatik O, gamma-proteobacteria, mesofilik dan kemoorganotrof,
berhabitat alami di lingkungan akuatik dan umumnya berasosiasi dengan eukariot.[1] Spesies Vibrio kerap
dikaitkan dengan sifat patogenisitasnya pada
manusia, terutama V. cholerae penyebab penyakit kolera di
negara berkembang yang memiliki keterbatasan akan air bersih dan memiliki sanitasi yang
buruk.[2] V.
cholerae ditemukan pertama kali oleh ahli anatomi dari Italia
bernama Filippo Pacini pada
tahun 1854. [3].
Namun, penemuan awal ini baru dikenal luas setelah Robert Koch,
yang mempelajari penyakit kolera di
Mesir, pada tahun 1883 berhasil membuktikan bahwa bakteri tersebut adalah
penyebab kolera.
9.
Aktinomikosis
Aktinomikosis adalah penyakit
menular yang disebabkan oleh bakteri spesies Actinomyces species[1] seperti Actinomyces israeliiatau gerencseriae A. Penyakit ini juga
dapat disebabkan oleh Propionibacterium propionicus . Actinomycosis jarang terjadi pada manusia tetapi lebih
sering pada sapi sebagai penyakit yang disebut rahang bengkak. Nama ini
mengacu pada abses besar yang tumbuh di kepala dan leher hewan yang terinfeksi.
Hal ini juga dapat mempengaruhi babi, kuda, dan anjing, dan kurang sering
binatang liar dan domba. Lihat: actinomycosis pada hewan. Nama ini mengacu pada abses besar yang tumbuh di kepala dan leher hewan yang terinfeksi.
Hal ini juga dapat mempengaruhi babi, kuda, dan anjing, dan lebih sering pada
binatang liar dan domba.
10.
Treponema
pallidum
Treponema pallidum merupakan
salah satu bakteri anggota filum Spirochaetae. Bakteri ini
berbentuk spiral. Terdapat empat subspesies yang sudah ditemukan, yaitu Treponema
pallidum pallidum, Treponema pallidum pertenue, Treponema
pallidum carateum, dan Treponema pallidum endemicum. Tulisan
ini akan membahas Treponema pallidum pallidum yang merupakan penyebab sifilis pada manusia.
Treponema
pallidum pallidum merupakan
bakteri yang motil (dapat bergerak), yang umumnya menginfeksi melalui kontak
seksual langsung,
masuk ke dalam tubuh inang melalui celah di antara sel epitel.
Organisme ini juga dapat ditularkan kepada janin melalui jalur transplasental selama
masa-masa akhir kehamilan. Struktur tubuhnya yang berupa heliks memungkinkan Treponema
pallidum pallidum bergerak
dengan pola gerakan yang khas untuk bergerak di dalam medium kental seperti
lendir (mucus). Dengan demikian
organisme ini dapat mengaksessistem peredaran darah dan getah bening inang melalui jaringan dan membran
mucosa. Pada tanggal 17 Juli 1998, suatu jurnal melaporkan sekuensi genom dari Treponema pallidum[butuh rujukan]. Treponema
pallidum pallidum adalah
bakteri yang memiliki genom bakteri terkecil pada 1,14 juta
pasangan basa (Mb) dan memiliki kemampuan
metabolisme yang terbatas, serta mampu untuk beradaptasi dengan berbagai macam
jaringan tubuh mamalia.
Bakteri Yang Menguntungkan
1.
Rhizobium leguminosarum
a. Cirri-ciri
Ø Rhizobium
leguminosarum merupakan bakteri gram negative bersifat aerob, organotrof,tidak
berspora,plomorf dan
Ø Umumnya
ditemukan pada nodul akar tanaman leguminosae dan penambat nitrogen yang hidup
di dalam tanah dan berasosiasi simbiotik dengan sel akar legume
Ø Rhizobium
leguminosarum adalah bakteri yang bersifat aerob, bentuk batang bulat
memanjang, koloninya berwarna putih berbentuk sirkular.
Ø Bersifat
host spesifik satu spesies Rhizobium leguminosarum cenderung membentuk
nodul akar pada satu spesies tanaman legume saja.
b. Manfaat
Berperan
dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen yaitu Rhizobium
leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman kacang-kacangan
2.
Azetobacter
chlorococcum
a. Ciri-ciri
Ø azetobacter chlorococcum termasuk dalam golongan
Azotobacteraceae dimana sel berukuran besar dengan diameter 2-4 μm atau lebih
dan berbentuk batang.
Ø hidup
bebas di dalam tanah biasanya polimorfik.
Ø Azotobacter
merupakan bakteri Gram negatif, aerob obligat bergerak dengan flagel peritrik,
dan bersifat katalase positif. Kisaran pH untuk pertumbuhan dengan adanya
nitrogen tambahan adalah 4,5-8,5 sedangkan pH optimal untuk pertumbuhan dan
pengikatan nitrogen adalah 7-7,5.
Ø memiliki
pigmen hitam-coklat
b. Manfaat
Bakteri
dari famili Azotobacteraceae merupakan bakteri yang berperan dalam
bakteri fiksasi nitrogen yang hidup bebas.
3.
Sterptomyces
a. Cirri-ciri
Ø Bakteri ini nonmotil dan berfilamen.
Ø Streptomyces dikenal juga karena memproduksi senyawa volatil yaitu Geosmin yang memiliki bau khas pada tanah.
b. Manfaat
Streptomyces adalah sumber utama
senyawa antibiotik, digunakan sebagai herbisida, agen anti-parasit, dan penghasil
beberapa enzim penting untuk industri makanan dan industri lainnya. Selain itu Streptomyces dikenal karena kemampuannya untuk mensintesis senyawa yang
dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain, antara lain Escherichia
coli, Klebsiella
pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa.
4.
Azetobacter xyilinum
a.
Ciri-ciri.
Ø Acetobacter
xylinum merupakan bakteri berbentuk batang pendek, yang mempunyai panjang 2
mikron dengan permukaan dinding yang berlendir.
Ø Bias
membentuk rantai pendek dengan satuan 6-8 sel, bersifat non motil dan dengan
pewarnaan gram menunjukkan gram negatif.
Ø Bakteri
Acetobacter xylinum mampu mengoksidasi glukosa menjadi asam glukonat dan asam
organik lain pada waktu yang sama.
Ø Sifat
yang paling menonjol dari adalah memiliki kemampuan untuk mempolimerisasi
glukosa sehingga menjadi selulosa.
Ø Termasuk
bakteri gram negatif untuk kultur yang masih muda, gram positif untuk kultur
yang sudah tua, Obligat aerobic, membentuk batang dalam medium asam, sedangkan
dalam medium alkali berbentuk oval, bersifat non mortal dan tidak membentuk
spora
b. Manfaat
Bakteri Azetobacter xyilinum digunakan untuk
pembuatan nata de coco.
5.
Lactobacillus sp.
a.
Ciri-ciri
Ø warna
koloni putih susu atau agak krem, bentuk koloni bulat dengan tepian seperti
wol.
Ø Sel
berbentuk batang dan biasanya tetap, berukuran 0,5-1,2 x 1,0-10,0 μm. Mereka
biasanya berbentuk batang panjang tapi kadang-kadang hampir bulat, biasanya
bentuk rantai yang pendek,
Ø Termasuk
bakteri gram positif, tidak motil, oksidase positif, katalase negatif, metil
red positif, optimum pada suhu 30-370C dan tumbuh baik pada NaCl 3-7%.
b. Manfaat
Bakteri Lactobacillus sp.
Dimanfaatkan untuk proses pembuatan susu yogurt dan susu keju
Komentar
Posting Komentar